Kreasi dan Keberagaman adalah Kekuatan
Wednesday, June 10, 2009 Labels: News, SingkawangPelajar SMA St Ignasius Singkawang bersama Sanggar Singka Sastra (SSS) yang diprakarsai Nano L. Basuki kembali membuat terobosan untuk membangun sastra di Kota Singkawang. Terobosan itu dengan meluncurkan sebuah buku berjudul Antologi Puisi Delapan Warna dengan dihadiri Ekeskutif Derectur Tribune Institut, A. Alexander Mering.
“Buku ini seluruhnya berisikan puisi yang ditulis beberapa siswa-siswi SMA St Ignasius Kota Singkawang,” kata Nano Basuki, pendamping sekaligus guru di SMA St Ignasius Singkawang, saat ditemui Selasa (5/5) sebelum launcing buku yang di gelar di salah satu radio swasta Singkawang.
Nano yang juga pengurus SSS menuturkan pihaknya berusaha untuk menerbitkan karya-karya para penulis muda di Kota Singkawang. Usaha itu untuk menyusun kata dalam menjawab persoalan sastra di kota Singkawang.
“Dibalik melesatnya cipta sastra diberbagai kota di Indonesia, Singkawang masih harus merasa gerah dengan persoalan pemetaan sastra,” kata Nano.
Karena sulitnya pemetaan sastra tersebut, Nano berusaha untuk menggali potensi pada pelajar. Dengan usaha itu, Nano bersama pelajar SMA St Ignasius Singkawang telah melahirkan beberapa buku, termasuklah buku Antalogi Puisi Delapan Warna.
Antalogi puisi delapan warna itu ditulis tujuh siswa dan satu orang guru. Tujuh siswa itu adalah Chandra, Eka Indrasari, Ferdy Juan Halim, Frendy, Ivon Thomas, Kevin Hendranata, Stella Bianca Karman, yang semuanya siswa siswi SMA St. Ignasius. Kemudian satu gurunya adalah Nano L. Basuki.
Nano sebagai penulis paling tua. Baik untuk umur ataupun pengalaman. Nano senang beradu kreatifitas dalam dunia mengarang dengan anak-anak muda. Nano sendiri telah melahirkan beberapa buku antologi puisi. Salah satunya, tiga merawat kata yang tersebar dibeberapa tokoh buku di Jogjakarta dan Pontianak.
Selain muatan isi, buku delapan warna itu juga memiliki keistimewaan tersendiri dengan kata pengantar yang ditulis Walikota Singkawang, Hasan Karman, S.H, M.M.
“Saya menyambut baik diterbitkannya buku Antologi Puisi Delapan Warna ini. Antologi ini adalah hasil beberapa penulis. Kita berikan apresiasi yang setinggi tingginya,” kata Hasan Karman dalam sambutan yang ditulisnya.
Menurut Hasan, perbedaan warna, gaya, kreasi dan keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan.
“Dengan memberikan apresiasi, kita memanusiakan diri kita dengan belajar menghargai hasil kreasi orang lain. Kiranya tuhan menolong kita,” ujar Hasan Karman
Executive Director Tribune Institut, A.Alexander Mering, yang diundang secara khusus dalam launcing buku itu juga memberikan apresiasi yang tinggi. Mering berharap, launcing buku itu merupakan awal dan menjadi penyemangat bagi pelajar lainnya untuk mengahsilkan tulisan serupa, atau lebih baik lagi.(Sumber http://singkawangkota.go.id/PDE)
